Selasa, 18 Juni 2013

Keluarga Besar UNEJ Olah Seni di Bulan Pancasila


JEMBER - Indonesia memang kaya akan budaya. Kemilau alamnya yang mempesona dipadu dengan sejuta warisan budaya membuat karya anak bangsa terus tercipta. Yah, hal inilah yang kemudian juga menjadi penggerak keluarga besar Universitas Jember untuk ikut berkarya demi kelestarian tradisi luhur sebagai peninggalan nenek moyang Indonesia.

Melalui kegiatan malam seni budaya dalam rangka Peringatan Bulan Pancasila - Bulan Bung Karno, keluarga besar (sivitas akademika) Universitas Jember mulai unjuk kebolehan dalam berbagai cabang seni budaya Indonesia di kawasan double way Kampus Tegalboto Jumat malam, (14/6/2013).

Penampilan apik dari mahasiswa, dosen dan karyawan Universitas Jember sejenak membius kerumunan warga yang sejak sore sudah mulai memadati kawasan double way Kampus Tegalboto. Tak pelak jika double way yang semenjak sore diguyur hujan sekejap menjadi hangat setelah para sivitas akademika Unej mulai unjuk seni di hadapan para penikmatnya.

Pagelaran seni tersebut dibuka dengan tari-tarian yang dibawakan oleh para mahasiswa Unej. Setidaknya ada empat tarian yang disajikan kepada para penonton kala itu. Dimulai dengan tari khas Jember yang mengisahkan saat Tanam Tembakau, Tari Lahbako, Tari Abyor dan Tari Payung yang juga dimainkan oleh putri-putri dosen dan karyawan Universitas Jember. Selain itu, para dokter gigi yang sehari-harinya menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Gigi juga turut unjuk kebolehan dengan membawakan tari Gebyar. Sementara itu, beberapa mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, FKIP dan Fakultas Sastra juga turut menghibur penonton dengan lagu-lagu campursari. Dan disusul oleh segerombolan ibu-ibu Dharma Wanita Fakultas Hukum yang tampil penuh percaya diri dengan Qosidah Modern-nya.

Rektor Universitas Jember Drs. Moh. Hasan, MSc.,PhD, memberikan apresiasi yang tinggi akan penampilan keluarga besar Universitas Jember malam itu. “Universitas Jember berusaha melestarikan berbagai budaya asli Indonesia, salah satu bentuknya dengan memberikan kesempatan sivitas akademikanya untuk tampil dengan berbagai kebolehan di bidang seni budaya asli Indonesia,” ujarnya. “Universitas Jember kini juga mendapatkan dukungan penuh dari Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI untuk meneliti kebudayaan Osing, Tengger dan Pendalungan,” imbuhnya diwaktu sambutan.

Dan dipuncak acara, pagelaran wayang kulit semalam suntuk sukses menghibur penonton kala itu. Dengan digawangi oleh dalang cilik Ki Aji Carito yang membawakan lakon “Mbangun Candi Sapto Argo” mampu menarik simpatik penikmatnya hingga pertunjukan usai. Perlu diketahui, bahwa dalang cilik Ki Aji Carito sendiri merupakan putra dari Dra. Asri Sundari, M.Hum yang merupakan dosen Jurusan Sastra Indonesia Universitas Jember. Jadi, sepenuhnya kegiatan malam seni budaya dalam rangka Peringatan Bulan Pancasila - Bulan Bung Karno ini murni ditampilkan oleh keluarga besar (civitas akademika) Universitas Jember sebagai bentuk cinta mereka kepada kesenian Tanah Air Indonesia. (hsm)


Sumber rujukan: www.unej.ac.id

0 komentar: