Minggu, 31 Maret 2013

Tips Lolos Wawancara Kerja


Tidak sedikit pelamar kerja yang merasa cemas dan mengalami ketakutan yang berlebihan ketika hendak menghadapi yang namanya wawancara kerja (job interview) di perusahaan yang mereka inginkan. Sudah barang tentu jika perasaan seperti itulah yang kerap kali mereka rasakan. Sebab, mendapatkan kesempatan dipanggil untuk wawancara merupakan sebuah kesempatan besar yang dapat menentukan Anda untuk diterima kerja ataukah tidak. Tak heran jika pelamar kerja begitu gembira ketika dapat melewati (lolos) tahap wawancara ini. Oleh karena itu Anda harus benar-benar mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum Anda benar-benar dipanggil untuk menjalani tahap wawancara kerja.

Lalu bagaimana agar bisa sukses dan lolos pada tahap wawancara kerja nanti?

Berikut akan saya bagikan informasi kepada Anda terkait dengan Tips Lolos Wawancara Kerja yang sudah saya rangkum untuk Anda agar benar-benar bisa diterima di perusahaan yang Anda inginkan.

1.    Pelajari Hal-hal yang Berkaitan dengan Perusahaan
Hal yang pertama kali harus Anda lakukan sebelum melangsungkan proses wawancara adalah mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan yang Anda lamar, seperti tentang profil perusahaan/organisasi. Hal ini penting, karena saat proses wawancara HRD atau pewawancara perusahaan tersebut biasanya akan menanyakan kepada Anda hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan mereka. Sehingga saat ditanya tentang Perusahaan mereka Anda sudah mengetahuinya dengan baik dan menjawabnya dengan lancar. Tentu hal seperti ini akan menjadi nilai tambah Anda saat wawancara.

2.    Siapkan Jawaban atas Kemungkinan-kemungkinan Pertanyaan
Hal ini sangat perlu anda lakukan, karena dengan anda melakukan persiapan seperti ini kepercayaan diri anda akan bertambah saat Anda menjawab pertanyaan yang akan diberikan. Dengan demikian pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara tidak akan membuat Anda khawatir lagi untuk tidak dapat menjawabnya. Dan biasanya kemungkinan-kemungkinan pertanyaan yang sering diajukan oleh pewawancara tersebut adalah seputar profil diri Anda, kelebihan dan kelemahan Anda, pengalaman kerja, alasan Anda melamar pekerjaan tersebut, gaji yang hendak Anda inginkan, impian Anda beberapa tahun ke depan, visi dan misi Anda terhadap perusahaan, serta hal apa yang ingin Anda tanyakan terhadap pewawancara itu sendiri.

3.    Kuasai Bahasa Non-Verbal
Bahasa tubuh, tatapan mata dan gerakan yang Anda lakukan berperan penting dalam menentukan kesiapan Anda dalam proses wawancara. Agar Anda dapat berbicara lebih efektif gunakan bahasa non-verbal (ekspresi wajah, gerakan tangan dan sebagainya), namun jangan terkesan over acting. Bicaralah dengan suara yang cukup jelas, jangan terlalu lirih sehingga pewawancara sering meminta penjelasan tambahan kepada Anda. Perhatikan pula tatapan mata pewawancara (tapi jangan berlebihan). Sebab jika Anda tidak mampu menatap mata pewawancara Anda berisiko dihakimi sebagai orang yang tidak dapat dipercaya atau memiliki sesuatu yang disembunyikan. Selain itu, duduklah dalam posisi tegak ke depan tanpa bersandar. Lakukan yang terbaik untuk duduk diam tanpa gelisah karena ini akan membuat Anda terlihat gugup.

4.    Survey Lokasi
Sempatkan diri anda untuk survey atau mengecek lokasi interview. Hal ini perlu Anda lakukan agar keesokan harinya Anda tidak sibuk atau kebingungan dalam mencari lokasi wawancara kerja. Namun jika Anda telah mengetahui lokasi wawancara kerja, hal semacam ini tidak perlu Anda lakukan.

5.    Perhatikan Penampilan Anda
Hal yang pertama kali dilihat oleh pewawancara adalah penampilan Anda. Walaupun, penampilan memang bukan yang utama tapi penampilan merupakan hal pertama yang dilihat oleh pewawancara saat anda memasuki tempat wawancara. Sehingga jika anda dapat menyesuaikan penampilan Anda saat wawancara kerja maka pewawancara akan terkesan melihat Anda dan hal ini merupakan nilai tambah bagi Anda. Namun, jika penampilan Anda asal-asalan maka pewawancara pun akan malas melakukan interview terhadapa Anda sehingga peluang Anda untuk diterima sangat kecil. Usahakan Anda tetap berpakaian rapi dan formil. Namun, tetap sesuaikan dengan kemampuan financial Anda. Untuk pria pakailah pakaian kameja lengan panjang dengan warna cerah namun tidak norak atau mencolok. Hal ini memiliki penilaian sikologis oleh si pewawancara. Idealnya pakaian yang dipakai untuk wawancara kerja adalah kemeja putih dan celana panjang warna hitam dengan bahan keper. Sedabgkan untuk wanita, pakailah pakaian yang menunjukan Anda seorang pekerja, dan jangan ber make-up terlalu tebal, bermake-up lah sewajarnya. Selain itu, perhatikan pula parfum yang akan Anda gunakan. Usahakan jangan yang memilih aroma/wangi-wangian yang terlalu menyengat dan berlebihan. Gunakanlah parfum yang lembut serta menyegarkan dan jangan sampai mendominasi aroma yang ada di dalam ruangan.

6.    Datanglah Lebih Awal
Datanglah 10 menit atau lebih awal dari jadwal wawancara yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan agar Anda dapat mempersiapkan diri, sehingga anda tidak terburu-buru yang nantinya dapat menyebabkan Anda berkeringat dan gugup saat melakukan wawancara.

7.    Tenang dan Tetap Senyum
Saat berada di tempat wawancara usahakan Anda tetap tenang dalam kondisi apapun. Dan selalu jaga senyum Anda ketika di hadapan pewawancara. Hal ini bertujuan untuk menghindari rasa gugup ataupun grogi. Sehingga, Anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyakan yang mereka ajukan dengan baik dan tenang. Akan tetapi senyum yang Anda berikan jangan dibuat-buat dan jangan terkesan berlebihan, usahakan sewajarnya saja.

8.    Awali dan Akhiri Wawancara dengan Sapaan dan Jabat Tangan
Mengetuk pintu sebelum Anda masuk dalam ruang wawancara akan memberi kesan positif bagi orang yang ada di dalam ruang tersebut. Selanjutnya ulurkan tangan Anda lebih awal untuk berjabat tangan sambil mengucapkan sapaan hangat kepada pewawancara. Hal ini dilakukan agar menambah kesan bahwa Anda adalah orang yang smart dan ramah serta percaya diri. Hal terakhir yang juga harus anda lakukan adalah memberi ucapan terima kasih dan jabat tangan dengan pewawancara sembari memberikan senyuman ramah setelah anda selesai di wawancarai.

9.    Duduklah dengan Rileks dan Sopan
Mulailah duduk dengan sopan saat Anda telah dipersilahkan, jangan terburu mendahului. Duduk dengan kondisi rileks dan sopan akan memberi kesan positif bagi si pewawancara. Jangan terlalu sering bergerak, gelisah, atau menundukkan kepala dengan mata menatap ke bawah. Sebab yang seperti itu akan memberi kesan bahwa Anda adalah seorang yang pemalu dan kurang percaya diri.

10.    Perhatikan Bau Mulut Anda
Bau mulut yang kurang sedap akan mengurangi rasa percaya diri Anda, sehingga jawaban atas pertanyaan yang diberikan tidak dapat Anda jawab secara maksimal. Pewawancara juga akan merasa tidak nyaman manakala bau mulut yang Anda keluarkan kurang menyegarkan. Usahakan jangan memakan makanan yang berbau menyengat saat hendak melakukan proses wawancara. Sebisa mungkin atasi bau mulut Anda dengan penyegar apapun sebelum benar-benar Anda bertemu dengan pewawancara.

11.    Membangun Percakapan Santai
Semakin Anda dapat membuat wawancara pertukaran dua arah, semakin besar kemungkinan Anda untuk bersantai. Dengan kondisi seperti ini akan menciptakan suasana percakapan lebih santai dan tidak terlalu tegang. Pandai-pandailah dalam menciptakan obrolan yang santai namun berkualitas. Karena jika Anda terlalu banyak berbasa-basi tanpa arti yang jelas malah akan mengurangi point Anda di mata pewawancara.

12.    Jangan Berbicara Terlalu Banyak
Jangan terpancing dengan percakapan yang memang Anda gemari. Biasanya pertanyaan yang menyangkut hobi dan impian akan menjadikan Anda lupa untuk mengakhiri jawaban yang terlalu panjang. Kadang-kadang pertanyaan hanya membutuhkan respon singkat, Anda malah panjang lebar mengulasnya. Dengarkan dengan cermat hal yang dikatakan pewawancara dan pastikan Anda paham betul dengan maksud pertanyaannya sebelum Anda terburu menjawab.

13.    Bertanyalah Saat Diberi Kesempatan Bertanya
Jangan sekali-kali mengajukan pertanyaan sebelum Anda benar-benar diberi kesempatan untuk bertanya. Namun jika pewawancara telah memberikan kesempatan kepada Anda untuk bertanya maka jangan lewatkan kesempatan tersebut. Karena jika Anda memang berani bertanya kepada pewawancara maka hal ini merupakan nilai tambah bagi Anda. Sehingga dimata mereka anda merupakan seorang yang berani dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (kritis), namun tetap jaga kualitas pertanyaan Anda dan jangan over.

14.    Tunjukkan Minat Anda Terhadap Pekerjaan yang Sedang Anda Lamar
Pewawancara selalu mencari calon yang memiliki keinginan kuat untuk maju. Pewancara juga sangat menyukai calon pekerja yang suka terhadap tantangan. Sayangnya, banyak di antara calon pekerja yang motivasi kerjanya rendah. Banyak calon yang terjebak dalam pertanyaan: Apa motivasi kerja Anda? Sekitar 75 persen terutama yang tidak memiliki skill wawancara mereka menjawab hanya mencari pengalaman dan coba-coba. Jawaban seperti ini merupakan jawaban yang tidak berbobot sama sekali. Jawaban yang diiginkan sebenarnya adalah jawaban yang mencerminkan Anda memiliki minat kuat terhadap pekerjaan itu. Bukan sekedar mencari pengalaman, tetapi pekerjaan itu merupakan salah satu bidang yang Anda minati sejak kuliah/sejak dulu. Sekaligus menunjukkan beberapa bukti bahwa Anda benar-benar berminat di bidang itu, dengan menekankan bahwa pekerjaan tersebut sangat menyenangkan dan menantang untuk dimasukinya.

15.    Jelaskan Kekurangan dan Kelebihan Anda dengan Baik
Sebelum menghadapi wawancara ini lebih baik Anda menginstropeksi diri Anda. Terlebih dulu Anda coba pahami tentang kekurangan dan kelebihan Anda. Saat ditanya tentang kekurangan Anda, jelaskan kekurangan Anda ini dengan baik. Maksudnya Anda harus menunjukkan jika kekurangan Anda ini dapat dijadikan kekuatan atau hal yang menarik oleh perusahaan. Sedangkan saat ditanya kelebihan, Anda dapat menjelaskan prestasi-presatasi atau pengalaman dan soft skill yang Anda miliki.

16.    Jawablah Pertanyaan Dengan Logis, Runtut dan Proporsional
Tidak sedikit pelamar keja yang kalau ditanya, jawabnya hanya patah-patah, satu pertanyaan dijawab dengan satu kalimat datar saja. Padahal kemampuan menjawab,  merupakan cermin kemampuan intelektual, wawasan dan cara menyusun sebuah bangunan logika. Akan tetapi bukan berarti perlu Anda jawab dengan selebar-lebarnya, sehingga si pewawancara tidak kebagian waktu untuk bertanya lagi. Perlu Anda ketahui bahwa memberikan jawaban yang terlalu singkat dan berlebihan menunjukkan bahwa Anda tidak tahu “adat” atau buta etika komunikasi.

17.    Ikuti Gaya Bicara Pewawancara
Kita tahu bahwa gaya bicara seseorang memanglah berbeda-beda. Namun, dalam hal ini Anda perlu mengikuti gaya bicara pewawancara agar mudah sinkron/nyambung dan gayeng/akrab. Sebab, jika pewancara bergaya cepat, sementara Anda bicaranya terlalu lambat dengan nada sangat berat, maka pewancara kurang menunjukkan minatnya kepada Anda.

18.    Tunjukkan Kedewasaan dan Wawasan Anda
Selama proses wawancara tunjukkan secara eksplisit bahwa Anda adalah calon yang memiliki kedewasaan dalam bertindak. Dalam hal ini Anda hendaknya dapat memperlihatkan sikap-sikap Anda dalam bertindak atau mengambil keputusan bahwa Anda adalah orang yang memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi, termasuk dalam setiap menghadapi resiko dan tantangan kerja. Tujukkan pula bahwa Anda memiliki wawasan yang luas tidak saja soal kompetensi akademik, melainkan yang non akademik seperti pengetahuan umum yang sangat ngetrend saat ini. Keluasan wawasan Anda menunjukkan Anda seorang yang haus akan pengetahuan baru. Perusahaan mana pun sangat menyukai calon yang selalu haus akan pengetahuan baru.

19.    Bila Ditanya Besarnya Gaji, Jawablah Secara Moderat
Moderat di sini berarti tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Bila jawaban Anda terlalu rendah menunjukkan Anda kurang pede, kurang yakin dengan skill yang dimiliki saat ini. Bila terlalu tinggi, memberikan kesan bahwa Anda termasuk tipe penuntut. Tidak semua perusahaan suka terhadap tipe ini. Paling aman adalah mempertimbangkan gaji dengan standard UMR (upah minimum regional) sebgai patokannya. Akan tetapi, jawaban seperti ini tidak untuk calon profesi marketing. Karena calon pekerja marketing akan lebih disukai calon yang berambisi gaji tinggi. Hal ini terkait dengan bonus yang akan diterima. Gaji seorang marketer biasanya terkait erat dengan target omzet yang diperoleh. Menentukan gaji tinggi boleh, asal mampu memenuhi target. Menentukan gaji dan bonus tinggi mencerminkan Anda orang yang sangat percaya diri dalam menjual.

20.    Bersikaplah Jujur
Selama proses wawancara berlangsung, bicaralah secara jujur dan terbuka. Karena sikap rendah hati, terbuka, tidak menutup-nutupi manakala tidak bisa menjawab jauh lebih berharga ketimbang jawaban yang dibungkus dengan kebohongan. Perlu Anda ketahui bahwa setiap pewawancara, bisa membaca setiap kebohongan yang Anda berikan. Tidak saja melalui analisis faktual hasil wawancara, tetapi ekspresi wajah bohong sangat mudah dikenali oleh setiap pewawancara profesional karena mereka adalah psikolog atau minimal HRD yang memiliki pengalaman yang lama.

Itulah beberapa TipsLolos Wawancara Kerja yang dapat saya bagikan. Semoga artikel sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi Anda. Silahkan juga Anda coba secara seksama TipsLolos Wawancara Kerja di atas. Jika ada tips lain, silahkan beri tanggapan Anda di bawah sebagai penyempurna Tips Lolos Wawancara Kerja yang telah saya bagikan. Semoga setelah membaca artikel ini Anda dapat benar-benar diterima di perusahaan yang tengah Anda lamar. Salam Sukses!

0 komentar: