Featured Article
Tampilkan postingan dengan label Profil UNEJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil UNEJ. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Makna Logo Universitas Jember

Tidak sedikit mahasiswa yang sudah bertahun-tahun mengenyam pendidikan di Universitas Jember ini namun belum mengetahui makna dari logo kampusnya sendiri. Entah karena hirau, atau bahkan sudah lupa dengan logo kampusnya itu sendiri. Baiklah apapun alasannya dipostingan kali ini saya akan mengulas tentang Makna Logo Universitas Jember.

Coba Anda perhatikan gambar Logo Universitas Jember di atas, terlihat bahwa ada beberapa simbol-simbol penting yang memiliki makna tersendiri bagi Universitas Jember. Berikut pemaparannya:
1.      Lambang segilima, memiliki makna sama halnya pada dasar negara kita yakni lima dasar pada pancasila, jadi dengan bentuk segilima ini merupakan dasar yang menyatu pada falsafah Negara Indonesia.
2.      Lingkaran khayal, menggambarkan bahwa sikap dan niat yang bulat para masyarakat Jember untuk mendirikan Universitas Jember yang bukan sekedar khayalan semata, karena saat itu pendirian Universitas Jember sungguh mengharukan dengan perjuangan warga Jember yang memiliki keinginan untuk mendirikannya.
3.      Daun tembakau, padi dan jagung, ini merupakan simbol yang memiliki makna bahwa wilayah eks Karesidenan Besuki yang memiliki kesuburan tanah yang tinggi, sehingga menjadikan sebagai daerah penghasil tembakau ekspor, tempat dimana Universitas Jember lahir, tumbuh, dan berkembang.
4.      Tiga lembar daun tembakau segar, melambangkan Tri Darma Perguruan Tinggi (Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian pada masyarakat).
5.      Akar pengikat, melambangkan Panca Bharata yang mana terdiri atas Rasio (Akal Budi), Spirit (Semangat dan Keberanian), Idealisme (Cita-cita), Etika (Rasa Kemanusiaan), dan Realisme (Kenyataan).
6.      Lidah api, bermakna semangat jiwa rakyat yang berkobar kobar (Wilayah Pembantu Gubernur Besuki) dan sekitarnya yang membekali terciptanya Universitas Jember.
7.      Tujuh butir padi, melambangkan tujuh orang yang pernah duduk dalam Panitia Tujuh yang pernah dibentuk pada tahun 1962 oleh menteri PTIP dalam usaha pendirian Universitas Jember.
8.      Warna hitam pada segilima melambangkan ketegasan dan kesuburan dalam ilmu pengetahuan.
9.      Warna hijau pada daun melambangkan dinamik keheningan serta kesucian bagi umat yang mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa.
Itulah Makna Logo Universitas Jember yang dapat saya paparkan, semoga dengan postingan kali ini bisa menambah wawasan mahasiswa UNEJ pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Informasi lebih lengkap silahkan kunjungi wesite resmi Universitas Jember di sini.
Sumber: Buku Pedoman Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Jember.

Rabu, 29 Mei 2013

Monumen Triumviraat: Patung Perintis Universitas Jember


Jika Anda masuk ke kampus UNEJ melalui gerbang utama depan kator pusat, maka pertama kali Anda akan dikejutkan oleh tiga sosok pria tampan berdiri tegap di area bundaran Double Way. Eiiittss,,, jangan histeris,,,!!! Meraka bukanlah boy band ataupun makhluk alay yang suka nampang di pinggir jalan. Mereka adalah tiga tokoh pendiri Universitas Jember yang diabadikan sebagai Monumen Triumviraat yang diresmikan oleh Dr. Ir. T. Sutikto, MSc, tiga tokoh tersebut adalah dr. R. Achmad, R. Th. Soengedi dan M. Soerachman. Tak banyak orang tahu, salah satu yang punya peran penting dalam pendirian Universitas Jember (UNEJ) yang dulunya bernama Universitas Tawang Alun (UNITA) adalah Alm R. Soedjarwo. Saat UNITA dirintis, beliau menjabat sebagai Bupati Jember sekaligus merangkap sebagai Ketua DPRD Swatantra. Inilah penuturan Ir Suhardjo Widodo MS, putra keempat R. Soedjarwo yang juga menjadi saksi mata sejarah pendirian perguruan tinggi negeri di Jember. Baca artikel Sejarah Universitas Jember.
Dalam peresmian monumen ini, Dr. Ir. T. Sutitkto, MSc memaparkan bahwasanya pembangunan Monumen Triumviraat Perintis ini bertujuan agar para generasi penerus dan mahasiswa UNEJ mengetahui siapa dan peran apa yang telah diberikan oleh ketiga tokoh tersebut dalam merintis Universitas Jember. Selain itu diharapkan agar semangat para perintis yang tak kenal menyerah dapat dicontoh oleh generasi saat ini dan masa yang akan datang.
Pembangunan Monumen Triumviraat ini, kemudian juga disusul dengan pengabadian nama para tokoh yang berjuang untuk Universitas Jember tersebut untuk nama gedung dan fasilitas yang ada di kampus Universitas Jember sebagai salah satu bentuk terima kasih dan penghargaan atas jasa-jasa mereka. Beberapa gedung yang mengabdikan nama tokoh tersebut di antaranya, Gedung Mas Soerachman, Gedung Soengedi dan Gedung R Achmad sebagai kantor pusat Universitas Jember saat ini.

Fakultas dan Program Studi di UNEJ


Kali ini saya akan memberikan informasi tentang daftar Fakultas dan Program Studi di UNEJ (Universitas Jember) terkait dengan artikel sebelumnya yang mengulas tentang Sejarah Universitas Jember. Hingga Tahun Akademik 2012/2013, Universitas Jember mempunyai 13 Fakultas dan 2 Program Studi setara Fakultas yang terdiri dari 11 Program Studi jenjang Diploma, 40 Program Studi jenjang S-1, dan 8 Program Studi jenjang S-2, dan 1 Program Studi jenjang S-3, dengan rincian sebagai berikut:
1.      Fakultas Sastra : S1 Sastra Inggris, S1 Sastra Indonesia, S1 Ilmu Sejarah, dan S1 Televisi & Film.
2.      Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan : S1 Pendidikan Luar Sekolah, S1 Pendidikan Ekonomi, S1 Pendidikan Sejarah, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Bhs. & Sastra Indonesia, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 PG Paud, S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Fisika, dan S1 Pendidikan Biologi.
3.      Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : S1 Hubungan Internasional, S1 Ilmu Administrasi Negara, S1 Ilmu Administrasi Bisnis, S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial, S1 Sosiologi, D3 Perpajakan, dan D3 Usaha Perjalanan Wisata.
4.      Fakultas Hukum : S1 Ilmu Hukum.
5.      Fakultas Ekonomi : S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, D3 Manajemen Perusahaan, D3 Keuangan dan Perbankan, D3 Sekretaris, dan D3 Akuntansi.
6.      Fakultas Pertanian : S1 Agroteknologi/Agroekoteknologi, dan S1 Agribisnis.
7.      Fakultas Kedokteran Gigi : S1 Pendidikan Dokter Gigi.
8.      Fakultas Teknologi Pertanian : S1 Teknologi Hasil Pertanian, dan S1 Teknik Pertanian.
9.      Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam : S1 Matematika, S1 Fisika, S1 Kimia, dan S1 Biologi.
10.  Fakultas Teknik : S1 Teknik Mesin, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Sipil, D3 Teknik Mesin, D3 Teknik Elektronika, dan D3 Teknik Sipil.
11.  Fakultas Kedokteran : S1 Pendidikan Dokter.
12.  Fakultas Kesehatan Masyarakat : S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat.
13.  Fakultas Farmasi : S1 Farmasi.
14.  Program Studi Ilmu Keperawatan : S1 Ilmu Keperawatan.
15.  Program Studi Sistem Informasi : S1 Sistem Informasi.
16.  Program Pasca Sarjana : Program Doktor Ilmu Administrasi, Program Studi Magister Manajemen, Program Studi Magister Agronomi, Program Studi Magister Ilmu Administrasi, Program Studi Magister Agribisnis, Program Studi Magister Ilmu Hukum, Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Program Studi Magister Sains Matematika, dan Program Studi Magister Sains Biologi.

Selasa, 28 Mei 2013

Sejarah UNIVERSITAS JEMBER


Universitas Jember (UNEJ) merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berada di kota Jember Jawa Timur. Kawasan hijau dan ramah lingkungan adalah gambaran suasana keberadaan kampus tegal boto ini. Lalu bagaimana Sejarah Universitas Jember ini hingga bisa menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri ternama di tanah air? Berikut ulasannya!
Asal muasal berdirinya Universitas Jember bermula dari gagasan dr. R. Achmad bersama-sama dengan R. Th. Soengedi dan R. M. Soerachman yang bercita-cita mendirikan perguruan tinggi di Jember Jawa Timur. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut pada tanggal 1 April 1957, ketiga tokoh tersebut membentuk panitia yang diberi nama Panitia Triumviraat dengan komposisi Ketua dr. R. Achmad; Penulis R. Th. Soengedi, dan Bendahara R. M. Soerachman. Selanjutnya Panitia Triumviraat ini pada tanggal 5 Oktober 1957 membentuk yayasan dengan nama Yayasan Universitas Tawang Alun (disahkan dengan Akta Notaris tanggal 8 Maret 1958 Nomor 13 di Jember). Yayasan Universitas Tawang Alun inilah yang kemudian mendirikan universitas swasta di Jember dengan nama Universitas Tawang Alun yang kemudian disingkat UNITA. Dalam perjalanannya, ketiga tokoh tersebut mendapatkan dukungan penuh Bupati Jember saat itu, R. Soedjarwo.
Pada tahun 1959 tepatnya pada tanggal 26 Januari 1959, R. Soedjarwo diangkat sebagai Ketua Yayasan UNITA. Secara kebetulan, pada periode 1957 sampai dengan 1964, R. Soedjarwo juga menjabat sebagai Ketua DPRD Swatantra atau sebagai Bupati Jember waktu itu, R. Soedjarwo mempunyai perhatian cukup besar terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Jember. Mengingat bahwa anggaran pemerintah saat itu masih sangat terbatas. Maka, untuk menunjang bidang pendidikan, R. Soedjarwo bersama tokoh-tokoh masyarakat kemudian mendirikan Yayasan Pendidikan Kabupaten Jember (YPKD) dengan menggali dana dari masyarakat untuk menunjang dunia pendidikan. Salah satu cara yang unik dalam mengumpulkan dana, R. Soedjarwo meminta sumbangan dari masyarakat Kabupaten Jember berupa buah kelapa dan botol kosong untuk dijual, dan selanjutnya dana tersebut dipergunakan untuk membantu UNITA (Universitas Tawang Alun) dan sekolah-sekolah lain yang didirikan oleh yayasan ini.
Untuk membesarkan UNITA, R. Soedjarwo kemudian membantu mendirikan gedung kampus UNITA yang ada di jalan PB Sudirman seluas 656 meter persegi. Gedung tersebut dibangun di atas tanah seluas 2.160 meter persegi dengan biaya pembangunan sebesar Rp 23.243,66. Dana tersebut bersumber dari dana YPKD. Sejak tahun 1960, Unita semakin berkembang. Jumlah fakultas, satu demi satu bertambah. Meliputi, Fakultas Sosial Politik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Pertanian. Seiring perjalanan waktu, untuk menambah prasarana kampus, UNITA mengundang USAID untuk mendapatkan sumbangan berupa alat laboratorium dan buku-buku.
Keberadaan kampus Universitas Jember yang berada di Tegal Boto saat ini, sebenarnya sudah diimpikan oleh R. Soedjarwo kala itu, yang mana pada tahun 1960, kawasan Tegal Boto masih berupa daerah terpencil bagaikan “pulau mati” dan tidak bisa dijangkau transportasi darat. Untuk membuka daerah tersebut, R. Soedjarwo mulai membangun jembatan di jalan PB Sudirman arah ke Jalan Mastrip pada 1961. “Jembatan tersebut baru selesai tahun 1976 dan hingga kini dikenal sebagai jembatan Jarwo. Pada awal 1961 Yayasan Unita mulai merintis upaya agar UNITA bisa berstatus negeri. Untuk itu, R. Soedjarwo mengadakan koordinasi dengan segenap pengurus yayasan, pengurus UNITA, tokoh-tokoh daerah, termasuk anggota DPRD. Sidang DPRD pada 19 April 1961 akhirnya menghasilkan keputusan menetapkan resolusi. Resolusi tersebut isinya menyangkut beberapa hal. Pertama, tentang memperkuat ide pembukaan Fakultas Kedokteran, kedua mengirim delegasi yang terdiri dari Ketua DPRD menghadap Pemerintah Pusat, dan ketiga Universitas Tawang Alun agar diakui sebagai Universitas Negeri. Langkah selanjutnya, Yayasan Unita mengirim beberapa delegasi untuk menghadap Menteri PTIP waktu itu dipegang Prof Mr Iwa Kusumasumantri. Hasilnya memberikan harapan baru, pemerintah akan menegerikan UNITA bersama-sama dengan UNIBRAW pada 20 Mei 1962.
Untuk menyongsong rencana tersebut, Yayasan Unita kemudian mengirim kembali delegasinya pada 14-24 Maret 1962. Namun di luar dugaan, telah terjadi pergantian Menteri PTIP, yaitu Prof Dr Ir Thoyib Hadiwidjaja yang mempunyai kebijakan baru bahwa tidak membenarkan penegerian dua universitas dalam satu provinsi secara bersamaan. Akibat penundaan penegerian UNITA tersebut, Unita akhirnya diintegrasikan ke Universitas Brawidjaya Malang berdasarkan SK Menteri PTIP No1, tertanggal 5 Januari 1963. Hal ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat Jember dan mahasiswa UNITA khususnya. Melihat hambatan tersebut R. Soedjarwo terus berusaha dengan mengirim delegasi ke Jakarta hingga mendapat dukungan dari DPRD untuk mendesak pemerintah pusat untuk menegerikan UNITA menjadi universitas negeri secepatnya. Jerih payah R. Soedjarwo dengan dibantu pihak-pihak terkait, akhirnya membuahkan hasil dengan terbitnya SK Menteri PTIP No 153 tahun 1964 tertanggal 9 November 1964 tentang Didirikannya Sebuah Universitas Negeri Jember. Dari sinilah impian R. Soedjarwo untuk mendirikan Perguruan Tinggi Negeri di Jember mulai terwujud.
Pada awal berdirinya pada tahun 1964, kampus Tegal Boto ini akrab disapa dengan sebutan Universitas Negeri Djember yang disingkat UNED yang saat ini menjadi Universitas Jember (UNEJ). Di awal berdirinya kampus Tegal Boto ini masih memiliki lima fakultas ternama, yang terdiri dari Fakultas Hukum di Jember, dengan cabangnya di Banyuwangi, Fakultas Sosial dan Politik dan Fakultas Pertanian di Jember, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sastra di Banyuwangi. Dengan rektor pertama dijabat oleh dr. R. Achmad.
Kepemimpinan dr. R. Achmad dilanjutkan oleh Letkol Soedi Harjohoedojo (1967-1969), Letkol Soetardjo, SH (1969-1978) dan Kolonel Drs. H.R. Warsito (1978-1986). Baru semenjak tahun 1986, rektor Universitas Jember dijabat oleh sivitas akademika-nya sendiri, yakni oleh Prof. Dr. Simanhadi Widyaprakosa (1986-1995), Prof. Dr. Kabul Santoso, M.S. (1995-2003), Dr. Ir. T. Sutikto, M.Sc. (2003-2012), dan Moch. Hasan, M. Sc., Ph.D (2012 - sampai kini). Dan sampai dengan Tahun Akademik 2012/2013, Universitas Jember ini mempunyai 13 Fakultas dan 2 Program Studi setara Fakultas yang terdiri dari 11 Program Studi jenjang Diploma, 40 Program Studi jenjang S-1, dan 8 Program Studi jenjang S-2, dan 1 Program Studi jenjang S-3. Untuk mengetahui informasi tentang fakultas dan jurusan yang ada di Universitas Jember saat ini silahkan baca artikel Fakultas dan Program Studi di UNEJ.

Kamis, 21 Maret 2013

Hakikat Tri Dharma Perguruan Tinggi


Apa pengertian Tri Dharma Perguruan Tinggi? Apakah ini juga menjadi pertanyaan Anda? Yah, pertanyaan ini juga pernah menjadi pertanyaan saya sekitar 2 tahun yang lalu ketika tengah menjalani masa Orentasi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) 2011 di kampus Universitas Jember. Baiklah berhubung saya sudah sedikit mendapatkan bekal tentang pengertian Tri dharma Perguruan Tinggi ini ada baiknya saya juga akan berbagi informasi kepada Anda para mahasiswa yang mungkin hingga saat ini belum memahami makna lugas dari Tri dharma Perguruan Tinggi tersebut.


Pada hakikatnya Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah salah satu dasar tanggung jawab mahasiswa yang harus dikembangkan secara simultan dan bersama-sama, serta harus disadari betul oleh semua mahasiswa agar dapat tercipta mahasiswa yang sadar akan Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sendiri. Karena salah satu visi dan misi sebuah perguruan tinggi Indonesia, baik kedinasan maupun bukan adalah mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tak terkecuali juga pada Perguruan Tinggi Universitas Jember, yang mana seluruh kegiatan Universitas Jember dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Kepada Masyarakat.

Adapun isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah:

1.    Pendidikan dan Pengajaran
Pengertian pendidikan dan pengajaran disini adalah dalam rangka meneruskan pengetahuan atau dengan kata lain dalam rangka transfer of knowledge ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan melaui penelitian oleh mahasiswa di perguruan tinggi. Dalam pendidikan tinggi di negara kita dikenal dengan istialah strata, mulai dari strata satu (S-1) yaitu merupakan pendidikan program sarjana, strata dua (S-2) yang merupakan program magister dan strata tiga (S-3) yaitu pendidikan doktor dalam sutau disiplin ilmu, serta pendidikan jalur vokasional/non gelar (diploma).

2.    Penelitian dan Pengembangan
Kegiatan penelitain dan pengembangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penelitian maka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi terhambat. Penelitian ini tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi harus dilihat keterkaitannya dalam pembangunan dalam arti luas, yakni penelitain tidak semata-mata hanya untuk hal yang diperlukan atau langsung dapat digunakan oleh masyarakat pada saat itu saja, akan tetapi harus dilihat dengan proyeksi kemasa depan. Dengan kata lain penelitian di Pergurun Tinggi tidak hanya diarahkan untuk penelitian terapan saja, tetapi juga sekaligus melaksanakan penelitian ilmu-ilmu dasar yang manfaatnya baru terasa penting dimasa yang akan datang.

3.    Pengabdian Kepada Masyarakat
Dharma pengabdian pada masyarakat harus diartiakan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di Perguruan Tinggi, khususnya sebagi hasil dari berbagai penelitian. Pengabdian pada masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam rangka kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersiafat konkrit dan langsung dirasakan manfaatnya dalam waktu yang relatif pendek. Aktivitas ini dapat dilakukan atas inisiatif individu atau kelompok anggota civitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat maupun terhadap inisiatif perguruan tinggi yang bersangkutan yang bersifat nonprofit (tidak mencari keuntungan). Dengan aktivitas ini diharapkan adanya umpan balik dari masyarakat ke perguruan tinggi, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut.

Jadi, ketiga dharma di atas sangat erat hubungannya, sebab sebuah penelitian dan pengembangan harus menjunjung tinggi kedua dharma yang lain (Pendidikan dan Pengajaran serta Pengabdian Kepada Masyarakat). Penelitian diperlukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi. Untuk dapat melakukan penelitian diperlukan adanya tenaga-tenaga ahli yang dihasilkan melalui proses pendidikan. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan sebagi hasil pendidikan dan penelitian itu hendaknya diterapkan melalui Pengabdian Kepada Masyarakat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dan menikmati kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

Itulah ulasan mengenai Hakikat Tri DharmaPerguruan Tinggi, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan dapat menambah informasi Anda tentang Hakikat Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia.

Popular Posts

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut